:::: BELAJAR BERSABAR ::::
Sabar, sebuah kata yang mudah diucapkan tapi sulit diterapkan. Siapapun
bisa mengatakan; sabarlah, bersabarlah. Namun, tak semua orang dapat
menjalani melaksanakannya. Ketika teman kita mendapatkan musibah, kita
sering bilang, bersabarlah. Tetapi, ketika kita ditimpa musibah sendiri,
mungkinkah diri kita sendiri mampu mengataka : bersabarlah.
Dengan mudahnya kita bilang bahwa setiap orang pasti akan diberi ujian atau cobaan dari sang pemilik alam. Padahal, apa yang kita ucapkan belum tentu kita mampu melakukannya. Kadang kita meremehkan kesulitan orang lain, padahal belum tentu jika kesulitan itu menimpa kita akan mampu menghadapinya dengan penuh sabar.
Seringkali orang tua, keluarga, teman, kawan dan bahkan lawan, berkata : kehidupan di dunia ini tidak akan selamanya lurus. Setiap ada jalan menanjak, pasti akan ada jalan yang menurun. Setiap ada kesusahan pasti akan bertemu dengan kemudahan. Tak semua jalan lurus dan tak semua jalan itu menikung.
Namun, apapun alasannya, kita tetap dituntut berusaha untuk bersabar. Belajar bersabar tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, tidak pernah putus asa belajar ‘hidup sabar’, itu termasuk sabar.
Dengan mudahnya kita bilang bahwa setiap orang pasti akan diberi ujian atau cobaan dari sang pemilik alam. Padahal, apa yang kita ucapkan belum tentu kita mampu melakukannya. Kadang kita meremehkan kesulitan orang lain, padahal belum tentu jika kesulitan itu menimpa kita akan mampu menghadapinya dengan penuh sabar.
Seringkali orang tua, keluarga, teman, kawan dan bahkan lawan, berkata : kehidupan di dunia ini tidak akan selamanya lurus. Setiap ada jalan menanjak, pasti akan ada jalan yang menurun. Setiap ada kesusahan pasti akan bertemu dengan kemudahan. Tak semua jalan lurus dan tak semua jalan itu menikung.
Namun, apapun alasannya, kita tetap dituntut berusaha untuk bersabar. Belajar bersabar tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, tidak pernah putus asa belajar ‘hidup sabar’, itu termasuk sabar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar